Public Speaking dan Gaya Kepemimpinan Birokrat pada Instansi Pemerintahan (Studi kasus di kelurahan Penaraga Kota Bima)

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Ariani Rosadi
Lubis Hermanto
Ahmad Hidayat

Abstrak

Judul Penelitian “Public speaking dan gaya kepemimpinan birokrat pada Instansi Pemerintahan ( Studi kasus di Kelurahan Penaraga Kota Bima)â€. Masalah penelitian ini adalah bagaiman public speaking dan gaya kepemimpinan birokrat pada instansi Pemerintah Kelurahan Penaraga Kota Bima?. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengidentifikasi Public speaking birokrat gaya kepemimpinan birokrat pada instansi pemerintahan di Kelurahan Penaraga Kota Bima. Jenis penelitian  yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan kunci dalam penelitian ini adalah  birokrat lurah dan sekertaris lurah Kelurahan Penaraga .Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi dayta, penyajian data, pengambilan kesimpulan dan verifikasi data. Berdasarkan analisis deskriptif kualitatif, maka hasil penelitian yang diperoleh yaitu  Perbedaan Public Speaking di kalangan birokrat dan gaya kepemimpinannya diantaranya dilatar belakangi oleh sudut pandang tentang pengetahuan dan latar belakang pendidikan serta pengalaman karier sebelumnya. Namun demikian, mereka memperhatikan unsur lain dalam berbicara yaitu berbudaya dan berbahasa di tengah masyarakat agar mudah dipahami. Pada realitasnya, tidak semua birokrat pernah dan paham terhadap konsep public speaking sebagai ilmu pengetahuan. Adapun saran dari peneliti adalah sebagai berikut pertama, pemerintah pusat harus mengadakan kegiatan pelatihan untuk public speaking kepada para birokrat. Kedua,  para birokrat harus pandai mengkaji lebih dalam tentang tehnik penguasaan public speaking. Dan Ketiga, menjaga identitas gaya kepemimpinan yang melekat secara posistif dan tidak otoriter di mata masyarakat.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Referensi

  1. Beebe, Steven A., Beebe, Susan J. Public Speaking: An Audience-Centered Approach (7 th ed.). USA: Pearson
  2. Carter, Louis, David Ulrich, Marshall Goldsmith (eds.). 2005, Best Practices in Leadership Development and Organization Change, Pfeiffer, San Francisco, CA
  3. Danim, Sudarwan, 2662, Menjadi Peneliti Kualitatif, Cetakan I, Pustaka Setia, Bandung.
  4. Downs, anthony .1967. Inside Bureaucracy. Boston: Little, Brown and Company
  5. Faisal, Sanapiah, 1995, Format-Format Penelitian Sosial, Rajawali, Jakarta.
  6. Hall,Calvin S & Gardner Lindzey, 1993, Teori-Teori Sifat dan Behavioris-tTk, Yogyakarta22
  7. Hariyoso, H. 2002. Pembaruan Birokrasi dan Kebijakan Publik Jakarta: Peradaban
  8. Martin, Judith N. dan Thomas K. Nakayama. (2008). Experiencing Intercultural Communication (3rded.). New York: McGraw-Hill.
  9. Morissan, MA dan Andy Corry Wardhani, 2009, Teori Komunikasi, Jakarta: Ghalia Indonesia
  10. Mustamu, R.,H. Menjadi Pembicara Publik Andal: Fenomena Public Speaker, Antara Kebutuhan dan Tren. Jurnal Komunikasi Islam. Vol 02, No. 02, 2012.
  11. Rogers Natalie. (2003). Berani Berbicara Di Depan Publik, Bandung: Yayasan Nuansa Cendekia.
  12. Silberman, Mel. 2003, The Active Manager’s Tool Kit, McGrawHill, New York
  13. Sugiyono, 1997, Metode Penelitian Administrasi, Alfabeta, Bandung
  14. Thoha, Miftah. 1995. Kepemimpinan dalam Manajemen, PT Raja Grafindo Persada: Jakarta
  15. Usman, Ahmad, 2668, Mari Belajar Meneliti, Genta Press, Yogyakarta.
  16. Zauhar, soesilo. 1996. Reformasi Administrasi : Konsep, Dimensi dan Strategi.
  17. Jakarta : Bumi Aksara