Makna Upacara “Kiri Loko” dalam Tradisi Suku Mbojo Di Desa Simpasai

Junaidin Junaidin, Tasrif Tasrif

Sari


Penelitian ini dengan judul Makna Pada Upacara Kiri Loko Di Desa Simpasai, dengan permasalahan yang akan di kaji adalah sebagai berikut : 1). Bagaimana Makna  Pada Upacara Kiri Loko Dalam Tradisi Suku Mbojo Di Desa Simpasai. Adapun tujuan dari penelitian untuk mengeetahui Makna Pada Upacara Kiri Loko Di Desa Simpasai, dengan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dalam pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui observasi,wawancara dan dokumentasi. Terdapat beberapa makna dalam Hasil penelitian Makna Pada Upacara kiri loko yaitu makna simbolis dan makna esensi. Makna simbolis membuat rujak dari berbagai jenis buah-buahan memiliki makna bahwa orang yang sedang hamil sangat suka dengan rujak, oha mina (nasi minya) memiliki makna ungkapan rasa bahagia dan gembira keluarga sang bayi kepada Allah SWT, Sholawat Nabi maksudnya mengagung-agungkan Nabi Muhammad SAW yang telah membawa manusia ke jalan keselamatan (Islam). Dama loko (menyentuh perut/mengelus perut) memiliki makna selamatan bayi sampai tujuh keturunan., menghamburkan uang receh di depan pintu rumah memiliki makna membagi-bagikan rejeki, menaburkan bongi mona (beras kuning) memiliki makna kebahagiaan, Do’a/Dzikir melaksanakan dzikir maknanya manusia sebagai hamba Allah SWT harus senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunianya. Makna esensi, Kebahagiaan pada masa kehamilan yang memasuki usia 7 bulan adalah kebahgiaan yang sangat dinantikan oleh kedua keluarga sang bayi Keselamatan sangat diutamakan oleh kedua keluarga dengan acara tradisi kiri loko menyentuh/mengelus-elus dari tujuh kali keatas dan tujuh kali kebawah memiliki makna supaya bayi tersebut pada saat dilahirkan, dilahirkan dengan mudah (selamat) akhirat. Kesyukuran  rasa syukur yang dipanjatkan oleh kedua keluarga yang berhajat kepada Allah SWT SAW karena telah dikaruniai seoranng bayi.Upaya Masyarakat mempertahankan tradisi kiri loko, Masyarakat di Desa Simpasai agar selalu mempertahankan, melestarikan dan untuk mencintai tradisi atau budaya sendiri tanpa merendahkan dan melecehkan tradisi atau budaya orang lain.


Kata Kunci


Makna,Kiri Loko, Tradisi Suku Mbojo

Teks Lengkap:

File PDF

Referensi


Hartanto, Dick, 1986, Kamus Populer Filsafat, Jakarta: CV. Rajawali.

Herusantoto, Budiono, 1983. Simbolisme Dalam Budaya Bima,Yogyakarta: Hanindila

Ihromi, 2006. Pokok-Pokok Atropologi Budaya, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Koentjaraningrat, 1992. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Tim penyusun Kamus, 2002 Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

Louis O. Kattsoff (2004 ). Pengantar Filsafat, Tiara Wacana, Yogyakarta

Khudori Soleh (2016 ). Filsafat Islam, Ar-Ruzz Media, Jogjakarta


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.